Penipuan gaya baru part 2.0

thief

Pagi itu tanggal 10 juni 2008 jam 08.30 ada pasangan suami istri pelente datang ke butik kami dengan mengendarai mobil avanza warna gold ( no seri tdk tercatat) dgn supir pribadi. Bapak dan ibu Edi ini dgn gayanya yg asik berat berdasi dan sepatu yg licin menggambarkan mereka pasangan pebisnis kelas kakap, apalagi kadang cas cis cus in English dan menceritakan bahwa sang suami adalah pebisnis kayu.

Jadi kedatangan mereka ke butik kami ingin mencoba berbisnis sprei utk sang istri yg konon katanya baru mengakusisi ruko baru di jalan utama kota Bandar lampung. Dan tidak tanggung-tanggung mereka ingin membeli semua stock sprei termahal yg ada di butik kami utk mengisi ruko mereka.
Kami yg pagi pagi kedatangan tamu elite ini tentunya agak shock jg dan sempat berpikir wah sedemikian baik hatinya sang suami yg sukses berbisnis kayu dan skr ingin mengulang kesuksesan dgn berbisnis sprei utk sang istri, benar benar seorang suami yg mensupport istri.

Utk order perdana mereka mencoba 300 sprei dan 28 bed cover dgn bahan full katun, dengan total belanja sekitar 43 jt. Oh ya karakter pasangan ini sangat cool dan tdk mau banyak tawar menawar, cukup sekali mereka menawar harga dari harga yg kami berikan. Deal bisnis pun terjadi dan utk pembayaran mereka akan transfer esok pagi ke rekening mandiri kami setelah mereka mendapat tagihan dari client mereka (perusahaan kayu). Skenarionya mereka akan terbang terlebih dahulu ke Bandar lampung dan sprei akan diambil oleh supir mereka yg akan menyusul ke sana lewat jalan darat.

Esok hari pun tiba, mereka baru menghubungi kami setelah jam 4 sore dan mengabarkan bahwa uang telah disetor tunai ke mandiri dan supir mereka akan datang jam 5 utk mengambil barangnya dengan membawa bukti transfer. Begitu kami cek ternyata tidak masuk dan ternyata mereka melakukan kliring dari BNI dgn alasan terburu buru (padahal kliring baru bisa kita terima setelah 2 hari atau paling cepat esok harinya jika dikliring sebelum jam 11 ). Akhirnya dgn spekulasi bisa kehilangan big customer, kami hubungi mereka dan mengatakan bahwa barang tidak bisa diambil jika uang belum masuk. Terjadi perdebatan yg cukup panjang krn mereka menekankan bahwa mereka sudah terbang terlebih dahulu dan tentunya itu extra cost. Akhirnya kami berikan solusi bahwa barang akan kami kirim lsg ke lampung dgn ongkos pengiriman kami yg tanggung, dan telp-pun ditutup.

Saya coba hub bank mandiri dan menanyakan apakah uang yg dikliring bisa ditarik kembali dan jawabannya adalah tidak bisa dan setelah 2 hari menunggu tidak ada tanda tanda uang dari ibu itu masuk ke rekening kami. Alhamdulillah kami terhindar dari usaha penipuan. Allah masih menyayangi usaha kecil kami yg baru tumbuh ini.

Kepada rekan rekan sesama pengusaha online, harap waspada jika ada yg mencoba memesan dalam jumlah besar dan yg harus diingat adalah uang harus kita terima dahulu (benar benar masuk ke rekening kita) , baru kita kirim barangnya krn ini dalam jumlah yg cukup besar.

Best Regards