Butik Ceria sebagai Narasumber Majalah Pengusaha Indonesia

PI-coverPI-Isi-1

PI-Isi-2PI-Isi-3

Kali ini kami diliput salah satu majalah bergengsi di tanah air yaitu majalah Pengusaha Indonesia sebagai narasumbernya dengan tema “Romantisme Bisnis Suami Istri“. Karena ternyata bisnis suami istri kadang menimbulkan dilema tersendiri bagi pasangan disaat harus membagi waktu, konsentrasi dan keuangan keluarga. Dan yang paling penting adalah bagaimana tidak membawa problema usaha hingga tidak berlanjut sampai ke rumah tangga.

Untuk lebih detailnya silahkan langsung saja ya dibeli majalahnya ..

Salam Inspirasi

 

Posted in Berbagi Ilmu | Leave a comment

Ketika Bisnis sedang Lesu

Boleh dibilang saatnya pendaftaran anak masuk sekolah adalah saat saat yang paling menegangkan untuk bisnis yang berhubungan dengan retail secondary, maksudnya bukan yang berhubungan dengan makanan dan kesehatan karena untuk kedua jenis bidang bisnis tadi boleh dibilang tidak ada matinya …

Cari cari info sesama pedagang sprei, alhamdulillah tidak sendirian sepinya, agen agen juga mulai mengeluh sepi orderan, bahkan beberapa rekan yang berbeda bisnis seperti busana, kaos, handuk dan lain juga mengeluhkan hal yang sama. Tetapi bukan artinya harus menyerah dan diam tanpa aktifitas. Kami tetap melakukan terobosan terobosan untuk menjaring customer atau minimal mengingatkan customer lama bahwa kami masih exist di bisnis ini.

Iklan .. adalah salah satu cara yang manjur untuk mendongkrak penjualan, tidak terbatas pada iklan di media berbayar karena yang gratis juga banyak. Bisa juga membangun lagi dengan network yang dulu tersisihkan disaat order sedang ramai.

Satu lagi yang kami lakukan adalah kesempatan untuk redevelopment, rak rak dan gudang yang berantakan bisa kami tata ulang dan kebetulan kami ada rencana pindahan showroom jadi siap siap menata stock untuk pembukaan showroom yang baru. Di sisi konveksi, kami bukannya mengurangi team melainkan menambah dan rebuild team agar lebih solid.

Ok guys .. selamat berkreatifitas dan jangan hanya pasrah berdiam diri karena disaat order kembali meledak, kita sudah siap untuk tantangan itu..

Posted in Berbagi Ilmu | Leave a comment

Seputar Krisis SDM

sdm

Kisah saya awali di minggu pagi ketika kami sekeluarga berkunjung ke toko sepeda untuk service sepeda. Ketika itu yang ada hanya pemilik tokonya saja, lalu saya tanya “Kemana pasukannya, tumben belum pada nongol ” .. tiba tiba entah mau curhat atau hatinya galau , si mpu toko langsung ngoceh “Ah, sekarang saya kerja sendirian, males punya karyawan karena saya saja kerja dari jam 5 pagi sampai jam 12 malam, lha ini karyawan sebulan masuk sebulan libur, dua minggu masuk dua minggu libur, sebenarnya itu yang kaya siapa dan yang butuh uang siapa ” … hehehe, persis, itulah kendala yang kami hadapi sekarang.

Saya mau buka sedikit kenapa kadang orderan di butik ceria cepat selesai dikerjakan dan kadang overload sehingga bisa lambat diterima oleh para customer. Jika misalkan dalam sehari kapasitas produksi kami 400 sprei, sedangkan orderan yang masuk sampai 450 sprei sehari, secara otomatis kami akan punya hutang pekerjaan yang baru bisa kami selesaikan ketika ada jeda di hari minggu alias kerja lembur.

Itu dari sisi kapasitas, sebenarnya bisa saja kami tingkatkan tetapi kendala utamanya adalah menjaga kapasitas kami tetap stabil, jika dalam satu hari seorang penjahit senior bisa menyelesaikan 30 sprei set dan junior 20 sprei set, maka jika ada satu orang saja tidak masuk maka akan sangat mempengaruhi produksi kami. Karakter penjahit sendiri selain berpendidikan rendah juga kurang memiliki rasa tanggung jawab sehingga bisa pulang dan datang kapan saja tanpa bisa dilarang. Apalagi saat ini mencari penjahit tidak mudah.

Kalau bicara SDM, saya pribadi sebenarnya lebih suka yang profesional, berkarakter kuat dan idealis, tetapi di bidang yang kami tekuni ini dengan margin tidak lebih dari 10% kotor, apakah mungkin menggaji karyawan profesional setara dengan staff di Software house. Jadi kita pun harus realistis , dunia yang kita hadapi dengan persaingan harga yang super ketat dan sudah terpatok dengan 2 brand besar sebagai market leader tentunya membuat kami yang baru merintis brand kesulitan menentukan harga diluar itu. Walaupun upah jahit yang kami berikan ke penjahit lebih besar dari harga pasaran penjahit sprei pada umumnya, tetap saja upah tersebut masih jauh dari harga penjahit tailor, apalagi kelas butik, walapun usaha kami bisa disebut butik karena setiap sprei yang diorder akan kami jahit sesuai pesanan, jadi bukan konveksi massal.

Hal ini tentunya berbeda dengan persaingan di busana muslim, banyak toko toko kecil di tanah abang sampai memiliki katalog dan brand ambasador model sendiri , saya coba hitung hitung secara kasar, wajar ya pemain busana muslim bisa memberikan diskon sampai 60% karena dengan diskon sebesar itupun sebenarnya harga produksinya masih jauh dibawah itu . Malah ada temen yang bilang minimal margin 30% sudah untuk super grosir, yang artinya jika dijual retail margin bisa sampai 300% dari harga produksi.

Kami tetap bersyukur usaha kami tetap exist sampai sekarang walaupun dengan margin yang super tipis, karena banyak rekan rekan kami sesama pedagang sprei yang jatuh beberapa tahun yang lalu. Tulisan ini sengaja kami tulis sekaligus untuk menjawab pertanyaan beberapa agen dan distributor kenapa diskon kami tidak bisa sebesar product lain .

Salam Hangat dan Selamat beraktifitas.

Posted in Berbagi Cerita | Tagged , , | Leave a comment

Tentang Bisnis yang paling aman :)

Setelah sekian lama tidak berbagi cerita, maka hari ini saya mau share cerita waktu sedang kunjungan ke indonesia fashion week di JACC 14-17 februari 2013. Ceritanya Butik Ceria mau melebarkan bisnis dari perlengkapan kamar tidur menjadi busana muslim dan untuk itu kami menggandeng rekanan yang sudah memiliki brand cukup ternama. Silahkan kunjungi saja www.plazajilbab.com untuk informasi product baru kami.

Saat saya sedang mengamati stand yang kami tuju, ada 3 orang disebelah saya dan tampaknya semua pengusaha muda. Pembicaraan dimulai “bapak usahanya apa?”
lalu saya jawab “sprei, handuk dan selimut, saat ini sedang bergerak ke busana muslim”
singkat cerita, kenalan baru saya ini ternyata adalah seorang freelance web designer dan berminat mau coba ikutan juga busana muslim. Dia bertanya “Menurut Bapak bisnis yang aman itu apa ya ? karena setelah saya pikir pikir bisnis paling aman itu sekarang property”

Nah sekarang saya jawab ya, Bisnis yang aman menurut saya itu adalah tidak usah berbisnis karena di dunia ini tidak ada bisnis yang aman, semua bisnis mengandung resiko, tinggal bagaimana kesiapan kita mengantisipasi resiko dengan cara banyak belajar dan punya jam terbang yang cukup di bisnis ini .

Ada teman saya bilang bisnis jual beli mobil memang paten marginnya tapi sekali ceroboh karena masalah surat kendaraan alias kendaraan bodong maka urusannya dengan pihak berwajib dan bisnis bisa terancam guling tikar. Bisnis property juga demikian, walaupun terkesan aman karena harganya selalu naik tapi jika salah pilih resiko yang rawan banjir bisa tidak laku jual. Saya pribadi pernah coba ikut ikutan main property, mobil dan logam mulia tapi semua tidak ada yang sukses karena memang belum jadi master di bidang tersebut sudah terlanjur angkat bendera putih alias menyerah ndak mau lagi ikutan disitu.

Selama kita lihat ada yang sukses di satu jalur bisnis entah itu property, logam mulia, kendaraan, garment bahkan jual beli besi bekas, itu tanda tujuannya sudah benar, tinggal bagaimana kita belajar mencari jalur tercepat dan teraman menuju kesana.

Mudah mudahan blogger sekalian setuju ya dengan saya :)

Posted in Berbagi Ilmu | Tagged , | Leave a comment

Menentukan Lokasi Konveksi Sprei

Untuk menentukan lokasi dalam membuat konvesi sprei sebenarnya ada beberapa pilihan, disini saya coba bedah satu persatu kelebihan dan kekurangannya krn saat ini Butik Ceria memiliki 3 konveksi yang kami kelola sendiri dengan 3 lokasi yang berbeda juga.

1. Lokasi dekat pasar sprei, biasanya bentuknya ruko yang disewa pertahun dengan luas yang tidak seberapa jadi harus hemat tempat misalnya untuk silikon bedcover diletakan diatas tangga / gudang darurat. Untuk bahan bahan sprei dibuatkan rak rak dari besi sehingga bisa hemat tempat dengan ruangan vertikal. Kelebihannya adalah dekat dari resource seperti jika hendak mencari benang, plastik, silikon , bahkan banyak sales pabrik yang menawarkan kebutuhan konveksi dengan harga yang kompetitif, terutama jika ada sale dari pabrik. Untuk mencari sumber daya manusia seperti penjahit dadakan / makloon juga berlimpah sehingga ketika order sdg overload untuk project bisa kita outsource.
Kekurangannya adalah persaingan harga yang super dahsyat sehingga sangat sulit untuk development apalagi pengeluaran biasanya lebih besar seperti sewa toko lebih mahal, ruangan lebih sempit, biaya service charge ruko, listrik yang terbatas dan sulit penambahannya krn diatur oleh pengelola

2. Lokasi di Perumahan, untuk lokasi perumahan kelebihannya adalah lebih tenang dalam bekerja karena jauh dari pungli yang sedikit banyak bisa mempengaruhi kinerja, biaya lingkungan juga murah. Untuk bangunan biasanya lebih bagus dan nyaman dibuat kerja sekaligus untuk tempat tinggal sehingga bisa hemat biaya. Hanya saja jam kerja sangat terbatas karena tidak bisa sampai larut malam karena akan mengganggu tetangga. Sedikit saja komplain dari warga akan membuat usaha kita harus mencari lokasi lain.

3. Lokasi di perkampungan, dengan sewa yang jauh lebih murah kita akan mendapatkan tempat yang jauh lebih luas dan biaya lingkungan yang sangat rendah.

Kesimpulannya, baik anda hendak mencari lokasi di ruko, perumahan atau perkampungan tentu tidak lepas dari segi biaya dan jarak tempuh operasional kerja . Silahkan cari lokasi yang agak terpencil atau tidak terlalu dekat dengan tetangga sehingga tidak mengganggu jika hendak kerja sampai larut malam. Bisa juga untuk dinding dilapisi karpet untuk meredam bunyi mesin agar tidak terlalu bising. Selamat mencoba … :)

Posted in Berbagi Ilmu, sprei | Tagged , | Leave a comment

Memilih Mesin Jahit Sprei

Untuk mesin jahit sprei atau bedcover pada dasarnya  sama saja dengan mesin jahit baju atau yang lainnya, hanya saja untuk bedcover nanti pemasangan sepatu jahitnya yang harus diset supaya lebih tinggi. Banyak merk mesin jahit seperti Janome, Brother, Juki, Singer, Typical, Tajima, Yamamoto dan lain sebagainya.

Zaman dulu tentunya nama mesin jahit singer sangat melegenda dengan bentuk yang klasik, warna hitam dan dudukan mesin warna coklat. Tetapi untuk konveksi yang kami kelola, kami gunakan mesin jahit Typical karena selain harga kompetitif juga perawatannya mudah dengan spare part yang banyak tersebar di pasaran. Kisaran harga variatif tetapi rata rata utk merk typical kurang lebih 2 juta-an.

Sentra mesin jahit baik baru atau bekas biasanya sudah tersebar luas di tiap wilayah tetapi setelah kami survey lokasi yang besar ada di Kreo – Tengarang Selatan dekat Ciledug dan di Jembatan Lima. Perakitannya butuh waktu kurang lebih 1 jam tetapi jika anda memiliki Penjahit yang handal biasanya bisa memasang sendiri.

Jika anda yang hendak memiliki usaha konveksi dengan modal terbatas tentunya bisa membeli mesin jahit second dengan harga yang agak miring, tetapi yang harus diperhatikan jangan sampai umur mesin jahit terlalu tua karena mesin jahit yang sering rusak akan mengurangi kapasitas produksi. Kisaran harga mesin jahit second tentunya tergantung kondisi tapi rata rata 1 jt- 1.5jt. Sedikit tips jika anda ingin mendapatkan mesin jahit bagus dengan harga murah bisa beli langsung di konveksi yang mau ditutup, karena harganya bisa langsung borongan dengan mesin obras.

Yang harus diperhatikan adalah minyak jahit yang ada di bawah mesin jahit harus selalu dijaga jangan sampai kering karena akan menyebabkan mesin menjadi aus. Lalu seminggu sekali harus selalu dibersihkan dari dari kotoran yang terkumpul dari debu sintetis bahan sprei . Minyak yang menyatu dengan debu sintetis membuat kotoran menjadi lengket dan sulit dibersihkan, jadi jangan tunggu debu mengumpul, bersihkan sesering mungkin.

Posted in Berbagi Ilmu | Tagged , , | Leave a comment

Kamar Tidur Nyaman untuk Anak

kamar-anak

Kenyamanan adalah faktor penting yang dicari saat ini. Tak hanya konsumsi orang dewasa, anak anak pun berhak mendapatkan kenyamanan. Oleh karena itu, untuk mendukung rasa nyaman, berkreasilah agar setiap sudut kamar si kecil tampak apik.

Kamar tidur anak identik dengan pemilihan warna bercorak cerah pada dinding, sprei, dan furniturenya. Untuk menempatkan furnitur, pastikan menempatkan tempat tidur, lemari pakaian, serta meja belajar sebagai amunisi wajib si buah hati. Pilihkan juga sprei dan pernak perniknya seperti bantal cinta, bantal hati dan boneka yang sesuai dengan tokoh idola si kecil.

Jangan lupa pilihkan bahan sprei terbaik untuk putra putri anda sehingga mereka tidak gelisah waktu tidur akibat sprei yang gatal karena berpasir atau permukaanya berbulu. Sprei yang nyaman tentunya membuat tidur mereka lebih nyenyak dan siap beraktifitas dengan prima keesokan harinya.

Hindari meletakan komputer dan televisi di kamar anak, pasalnya anda tidak dapat senantiasa mengontrol tontonan yang mereka lihat di televisi atau komputer. Biasakan mereka beraktifitas di ruang keluarga maupun bermain komputer di ruang kerja anda.

Untuk menambah elemen segar dan ceria kamar, coba sematkan ide kreatif pada dekorasinya. Misalnya pemilihan wallpaper, lampu tidur, maupun warna dinding. Sesuaikan juga dengan tema film kartun atau tokoh kartun favorit anak. Sebagai dekorasi dasar, cobalah bermain dengan empat dinding. Misalkan ada empat sisi dinding kamar, pilihlah warna berbeda untuk masing masing bagian. Untuk warna cerah sematkan dibagian kepala tempat tidur dan sisi lain bergradasi dalam satu kelompok warna.

Selamat berkreasi…

Posted in Berbagi Ilmu, sprei | Tagged , , | Leave a comment

Usaha Sprei yang Galau :)

Kali ini bukan membahas butik-ceria ya, tetapi beberapa rekan pedagang sprei yang galau sehingga usaha sprei yang dirintis bertahun tahun hancur berantakan , tentunya ada beberapa sebab yang bisa kami share disini, Baik kita mulai saja ya :

1. Pedagang sprei di pasar persaingan sempurna misal cipadu, tanah abang, bahkan online sendiri bisa galau jika harga yang ditetapkan tidak kompetitif bagi pedagang. Margin yang cukup mestinya tidak hanya untuk pembeli tetapi juga untuk pedagang, rasio margin yang terlalu minim akan membunuh usaha pelan pelan apalagi jika pedagang kecil dan besar berkumpul, tidak butuh waktu lama untuk menghabiskan yang kecil sehingga yang tersisa hanya gajah gajah sprei saja. Solusinya bisa diciptakan strategi harga seperti busana muslim yang menggunakan range margin bervariatif mulai dari 10% hingga 40% dan salahnya sistem yang tercipta di bisnis sprei ini seperti menjadi acuan baku margin minim saja 10% bahkan bisa jauh dibawah itu, tentu bisa diatasi dengan pembentukan koperasi yang menetapkan harga bersama.

2. Hutang supplier dianggap milik pribadi. Biasanya bahan yang kita ambil sebelum diolah menjadi sprei untuk pemain lama mendapatkan tempo pembayaran 1 bulan, sehingga ada kelonggaran. Tetapi akibatnya pedagang sering lupa diri atau pencatatan bon hutang kurang baik sehingga seolah olah yang dimiliki adalah milik pribadi dan digunakan untuk keperluan lain seperti beli mobil, cicil rumah dan sebagainya, Begitu jatuh tempo pedagang sering mengalami dead lock sehingga tidak bisa membayar tagihan dan usaha harus tutup dengan sukses. Jadi sangat penting untuk belajar cash flow penjualan dan displin untuk bayar tagihan.

3. Kurang Inovatif, jadi apapun usahanya , bukan hanya sprei saja, kita butuh business development atau pengembangan usaha, karena manusia pada kodratnya tidak suka yang monoton. Entah itu kretif productnya atau cara bisnisnya, misal dulu tidak ada sprei bola maka mulai semester ini dikeluarkan edisi sprei bola atau dari cara bisnisnya yaitu tadinya jualan sprei offline maka sekarang jualan online atau jualan sprei dengan teknik MLM .

Masih banyak lagi yang harus kita perhatikan agar usaha sprei yang sudah kita tekuni tidak hancur berantakan, yang paling utama adalah suasana hati seorang pengusaha / pedagang tidak boleh sering sering galau. Mendekatkan diri kepada sang Pencipta adalah obat mujarab mengusir rasa galau.

Posted in Berbagi Ilmu | Tagged , | Leave a comment

Pembuatan Sprei Kain Batik

Membuat sprei dari kain batik yang pertama kali harus dilakukan adalah menyediakan kain mori bewarna putih polos dengan lebar 240 cm. Kain itu diukur lalu dipotong sesuai kebutuhan. Untuk Sprei ukuran 100 dibutuhkan bahan 2.15m, ukuran sprei 120 bahan 2.35, sprei 160 bahan 3.5m, sprei 180 bahan 3.75. Bila kain mori ingin dicap, kain dibawa ke sebuah ruangan khusus semacam pusat tempat pengerjaan batik cap.

Pembuatan sprei batik cap memerlukan keterampilan khusus. Ada alat berbentuk seperti setrika tetapi dibawahnya berupa bidang segi empat dengan ukiran batik sesuai motif yang diinginkan. Alat cap dicelupkan pada malam cair. Dengan gerakan cepat, cap ditempel pada kain mori. Karena jika lambat sedikit, cairan malam akan membeku.

Sedangkan pembuatan batik tulis, langkahnya hampir sama. Setelah kain mori dipotong sesuai ukuran , kain digambar menggunakan pensil untuk membuat pola motif batik yang diinginkan. Kemudian dilakukan tekhik mencanting. Ada alat tulis dari tembaga kecil seperti pena untuk membuat gambar dengan menggunakan cairan malam. Proses berikutnya adalah pewarnaan. Pengerjaan pewarnaan batik tulis sama dengan pewarnaan pada batik cap.

Setelah dicanting maupun dicap, kain sprei dibawa ke tempat khusus pewarnaan. Proses pewarnaan dilakukan dengan cara celup sehingga seluruh kain sprei terandam warna yang dikehendaki. Sekarang sprei batik sudah selesai diwarnai. Tahapan berikutnya adalah disorot untuk menghilangkan malam yang melekat pada batik. Caranya dengan mencelupkan kain batik pada air panas agar seluruh lapisan malam luruh. Walhasil akan tampak corak batik yang dikendaki.

Setelah proses pewarnaan, batik dianginkan sampai kering. Setelah itu dipotong lebih detail untuk bantal, guling, dan sprei sendiri. Selanjutnya dilakukan penjahitan dengan sistem konveksi. Tahapan selanjutnya adalah pengemasan sprei batik dan pengiriman ke pembeli.

Posted in Berbagi Ilmu, sprei | Tagged , , | Leave a comment

Benang Jahit utk Sprei

Saat ini yang akan saya bahas lebih dalam adalah tentang benang jahit, karena walaupun terlihat sepele tetapi keberadaan benang jahit dalam proses produksi sprei adalah sangat vital.

Dalam satu kali proses penjahitan, kita mempunyai lead time tersendiri, misalnya : penjahitan bantal kepala 5 menit / pcs, guling 3 menit/pcs dan sprei 7 menit /pcs, jadi untuk satu kali produksi sprei set double yg terdiri dari 1 sprei, 2 bantal kepala dan 2 guling adalah butuh 23 menit. Itu belum termasuk proses potong bahan, obras dan packing. Jadi waktu proses sangatlah sensitif karena hasilnya akan mempengaruhi total produksi kami dalam sehari.

Keberadaan benang jahit sangatlah vital karena benang yang berkualitas rendah akan gampang putus jadi utk pemasangann benang di sekoci rata rata butuh 0.5 menit, jika dalam 1 kali produksi putus 5 kali maka kita akan kehilangan waktu kerja 2.5 menit atau setara dengan 1 guling. Disini saya tidak akan menyebutkan merk benang yang bagus tetapi akan saya sebutkan ciri ciri benang yang bagus yaitu :

1. Gunting benangnya dan lihat serabutnya, jika banyak serabut benang berkualitas rendah karena sedikit komposisi katunnya. Jadi gunakan benang yang tidak banyak serabut halusnya jika digunting.

2. Masukan benang kedalam jarum dan jika terbelah dua maka benang berkualitas rendah, benang bisa dicicip dulu sebelum dimasukan, jika menyatu erat maka benang pasti berkualitas tinggi.

Selamat mencoba :)

Posted in Berbagi Ilmu | Tagged , | Leave a comment