Jualan Sprei Online Vs Offline

Sebenarnya jika sudah pernah merasakan berbisnis sprei, baik sprei online atau sprei offline semua sama sama butuh ketekunan, modal, sdm hingga waktu, tergantung visi dan misi anda waktu pertama kali mendirikan usaha mau besar di online atau offline. Tapi kurang lebih perbandingannya sebagai berikut :

1. Online tidak butuh tempat strategis tapi lebih boros biaya Internet, telp dan biaya optimasi untuk Search Engine / SEO yang membutuhkan dana tidak sedikit.
2. Online tidak butuh banyak sales counter tapi lebih boros di sales online.
3. Untuk pemula baik online maupun offline sama sama bisa dimulai tanpa modal / modal kecil. jika online via foto / katalog online tapi untuk offline bisa via brosur / katalog cetak.
4. Untuk karakteristik pasar kurang lebih pemain online memang tidak setangguh pemain offline karena rata rata pemain online saat ini hanya sambilan saja, tapi karena pasarnya luas maka Insya Allah customer akan selalu datang.
5. Untuk stock baik online / offline semua harus memiliki stock yang cukup karena saat ini para pembeli online yang besar tidak akan bodoh dengan transaksi online tanpa datang ke workshop / showroom anda.

Sekali lagi saya harus tekankan bahwa bisnis tetap bisnis yang butuh biaya , waktu dan sdm , hanya yang tekun saja akan berhasil di bidangnya tidak perduli anda berbisnis online atau offline.

Salam

Butik-Ceria
www.butik-ceria.com

Tips Awal Memulai Usaha

Ini sekedar berbagi pengalaman saja ya. Jika awal usaha kami memang hanya sebagai reseller sprei saja, kebetulan produsen besarnya dekat dengan tempat tinggal kami sehingga setiap pulang kerja atau hari sabtu minggu kami sempatan  kesana untuk belanja sprei.

Kendala mulai timbul ketika banyak order yang masuk dan tidak bisa dipenuhi oleh produsen kami tersebut sehingga komplain mulai timbul dan kami tidak bisa mengatasinya karena keterbatasan kami. Hingga akhirnya kami memutuskan untuk berganti halauan bidang usaha dari sprei menjadi kaos ceria. Awalnya kami pikir produksi lebih mudah karena semua ada di tangan kami tapi ternyata kendala produksi lebih banyak dibandingkan hanya menjadi reseller.

Jadi kira kira kesimpulannya sebagai berikut untuk anda yang baru mulai merintis usaha:
1. Baiknya anda hanya sebagai reseller salah satu product saja karena banyak product artinya terhubung ke banyak supplier dan waktu anda akan banyak tersita terbagi sehingga hasilnya kurang maksimal.
2. Mulai dulu dari anda sendiri sampai omset cukup untuk menggaji karyawan.
3. Margin harus cukup tapi masalah besarnya tergantung anda sendiri, karena jika terlalu besar maka harga tidak kompetitif sedang jika terlalu kecil maka sulit untuk pengembangan usaha.
4. Jika anda tetap memutuskan untuk masuk ke jalur produksi, baiknya belajar menjadi reseller dulu ya sampai mengerti dan paham benar masalah produknya sehingga memahami kelebihan dan kekurangan product tersebut.
5. Ada baiknya belajar dari rekanan anda / supplier anda yang sudah lebih dulu menerjuni usaha ini sehingga bisa mengurangi resiko kegagalan.

sekian dulu dan akan saya sambung di tulisan yang akan datang.

Tentang Produksi

Awal berbisnis ini kami hanyalah reseller sprei yang dimulai dengan membuka butik kecil di bogor dan akhirnya merambah ke jualan via blog dengan promosi di beberapa komunitas bisnis dan ibu rumah tangga. Kemudian kami mempunyai ide untuk mulai memproduksi kaos ceria yaitu kaos dengan bertuliskan nama anak yang kami buat secara hand made. Sempat naik daun dengan kapasitas produksi hingga 300 kaos /hari dengan jumlah penjahit 20 orang. Untuk kaos nya sendiri kami ambil dari produsen besar rekan bisnis kami.

Dari kaos kami mulai merambah ke handuk ceria dan selimut ceria, sedangkan untuk sprei tetap kami jalankan walaupun hanya sampingan, karena nilainya tidak terlalu signifikan, hanya karena ada beberapa customer yang masih loyal membuat kami tetap menjual produk sprei. Dari handuk lah kami memperoleh banyak ilmu baru terutama bagaimana menjual dan memprospek ke perusahaan dengan pembayaran tempo, mulai dari proses bidding, processing, mengatur dateline hingga invoicing.

Mulai dari situ, kami dikenal banyak media yang mempublikasikan kisah kami di media cetak dan televisi, tapi disitulah awal kejatuhan kami karena banyak menginspirasi banyak orang untuk meniru atau lebih tepatnya menjiplak usaha kami sehingga competitor product kaos ceria bertebaran dimana mana, bahkan penjahit penjahit kami pun mulai menjadi internal competitor. Dahsyat bukan .. padahal tidak seindah itu. Karena lagi lagi tentang produksi, untuk 1 lusin kaos yang kami jual itu marginnya 1 kaos, padahal dari 1 lusin kaos yang kami jual itu boleh dibilang pasti ada failed atau product gagalnya, entah mulai dari salah tempel, salah jahit, hingga kaos yg sobek/ reject..

Akhirnya disaat kami berada di puncak penjualan tersebutlah kami memutuskan untuk banting stir dengan membesarkan sprei yang selama ini kami anak tirikan. Tentunya dengan banyak pertimbangan yaitu belum adanya penjual online yang menjual sprei custom dan masih sedikit competitor yang serius di bidang sprei.

Ok nanti akan saya jelaskan satu persatu kelebihan dan kelemahan produksi sprei, handuk dan kaos, juga keunggulan dan kekurangan  custom product juga mass product / product massal. Intinya semua bisnis penuh dengan tantangan dan semua ada tingkatannya, tinggal seberapa kuat kita menghadapi ujian waktu kenaikan tingkat tersebut.

Jabat Erat

 

Butik Ceria
www.butik-ceria.com